Pernah tidak kamu melihat di jalanan rumah mu, ketika di hari biasa terasa kosong melompong, namun ketika bulan Ramadhan tiba justru banyak bermunculan para pedagang dadakan yang ramai-ramai menggelar meja di depan rumah masing-masing dengan menjual aneka menu berbuka puasa? Di Indonesia, hal tersebut sangat lumrah terjadi. Tak jarang masyarakat memanfaatkan datangnya bulan Ramadhan untuk mendapatkan penghasilan tambahan sebagai persiapan untuk lebaran.

Berdagang atau memulai bisnis sejatinya dapat dilakukan oleh siapapun dari berbagai kalangan. Hanya saja, masih banyak masyarakat yang ragu untuk memulai bisnis dikarenakan terkendala oleh modal. Nah, bagi kamu yang ingin mencoba memulai bisnis di bulan Ramadha, tidak perlu khawatir lagi dengan modal usaha. Karena, saat ini kamu sudah bisa menemukan banyak sekali solusi yang memberikan mu peluang dalam membuka suatu bisnis tanpa perlu mengeluarkan modal yang besar.

Salah satunya yaitu dengan membuka bisnis franchise. Selain tidak memerlukan modal yang besar, bisnis franchise juga berpeluang untuk menghasilkan keuntungan yang fantastis. Berawal dari ingin mendapatkan penghasilan tambahan di bulan Ramadhan, tidak menutup kemungkinan bisnis yang telah kamu mulai bisa berlanjut menjadi bisnis yang semakin berkembang dan besar. Bagi yang mau yang berencana untuk memulai bisnis di bulan Ramadhan dengan modal kecil, yuk simak cara berikut ini.

Cara Memilih Bisnis Franchise dengan Modal Kecil

1. Pilih yang Sederhana

Sebagai pemula, pilihlah produk yang jangan terlalu rumit alias sederhana saja. Bukan hanya sederhana dalam hal konsep produk, melainkan juga sederhana dalam hal operasional, sehingga kita, sebagai pembeli lisensi, juga bisa mengerjakannya sendiri. Lebih hemat dan tidak menyita waktu. Walaupun pada nantinya kamu memiliki pekerja yang membantu, tetapi kamu pun juga perlu mengetahui proses dan alur kerja. Bisnis yang tergolong sederhana ini biasanya seperti makanan dan minuman.

2. Memilih Segmen Produk Menengah Kebawah

Maksudnya ialah bahwa kita memilih produk dengan pangsa pasar menengah kebawah, sehingga kita pun sebagai pejalan bisnis tidak akan kesulitan pula dalam mencari konsumen. Sebagai contoh kita memilih bisnis makanan. Maka buatlah bisnis makanan dengan harga yang terjangkau untuk seluruh lapisan masyarakat. Dengan menetapkan segmentasi menengah kebawah, kita pun juga berpeluang atau berpotensi untuk mengjangkau seluruh kalangan.

3. Utamakan yang Memiliki Tingkat Konsumsi Tinggi

Tentunya seluruh masyarakat akan memikirkan hal ini terlebih dahulu sebelum memutuskan dalam membuat suatu bisnis. Kira-kira apa ya yang paling banyak dicari atau dibeli oleh orang? Ketika memikirkan produk yang memiliki tingkat konsumsi tinggi, jelas akan ada banyak hal yang bermunculan dan bisa dijadikan pilihan. Setelah menentukan beberapa pilihan, kamu bisa mempersempitnya kembali menggunakan indikator-indikator yang telah disebutkan sebelumnya, seperti produk yang sederhana dan yang dapat menjangkau segmentasi menengah kebawah.

Dalam membuka suatu bisnis, memang terkadang kita juga perlu melakukan survey dan observasi guna menentukan produk apa yang sebaiknya kita jual, dan tentunya membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Namun, hal tersebut bukan menjadi masalah bukan?

4. Pilih Image yang Baik

Sebelum memilih, pastikan bahwa perusahaan atau produk yang kamu tuju memiliki image dan citra yang baik di mata masyarakat. Jangan lupa untuk memperhatikan pula, apakah terdapat berita-berita negatif di media terkait perusahaan atau produk tersebut atau tidak atau apakah perusahaan yang kamu tuju pernah terlibat oleh kasus hukum atau tidak. Selain itu, hal penting lainnya yang perlu diperhatikan ialah pastikan bahwa perusahaan memiliki Surat Tanda Pendaftaran Waralaba (STPW) yang dikeluarkan oleh Kementerian Perdagangan RI.

STPW dibutuhkan sebagai bukti bahwa bisnis tersebut termasuk legal dan suatu bisnis yang menguntungkan dan bertanggungjawab. Oleh karena itu, ketika kamu mengunjungi suatu lokasi bisnis yang ingin diajak kerja sama, ada baiknya bila segera menanyakan apakah mereka memiliki STPW atau tidak.

5. Lokasi Kantor Pusat yang Terjangkau

Biasanya, bisnis waralaba akan memiliki banyak jaringan toko atau kantor. Dengan teknologi komunikasi yang sudah semakin canggih saat ini, tentunya melakukan komunikasi jarak jauh sudah bukan menjadi kendala. Namun, ada baiknya bila kamu memilih kantor pusat yang tidak terlalu jauh dengan lokasi tempat kamu tinggal atau membuka usaha. Hal tersebut dikarenakan agar kamu sendiri tidak akan kesulitan jika ingin berkonsultasi atau berdiskusi mengenai beberapa hal secara langsung atau mengharuskan untuk tatap muka. \

6. Ketahu dan Pahami sistem fee, royalti dan franchise

Sebelum memulai, ada baiknya bila mengetahui dan pahami terlebih dahulu mengenai sistem fee, royalti, dan sistem dari franchise itu sendiri. Hal tersebut diperlukan agar kamu sendiri tidak akan merasa dirugikan atau bingung ketika semuanya telah berjalan di kemudian hari.

Dalam membangun sebuah bisnis, tentunya modal merupakan salah satu kunci utama. Tanpa modal, bisnis tidak akan bisa berjalan. Nah, jika kamu masih kebingungan dengan modal yang belum terkumpul atau masih sedikit tetapi ingin bisa cepat membuka usaha, tidak usah khawatir! Karena kamu bisa mendapatkan modal dari melakukan pinjaman online. Cek saja di CekAja.com. Melalui CekAja, kamu bisa melakukan pengajuan untuk pinjaman modal usaha online yang dapat disesuaikan pula dengan kebutuhan. Cepat, aman, dan tentunya terpercaya.

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan kunjungi https://www.cekaja.com/small-business-banking/